Kewarganegaraan hadir kembali di Indonesia. Orde Baru berupaya sebaik mungkin untuk mengebiri konsep ini dengan menggambarkannya semata sebagai kewajiban yang harus dipatuhi. Namun, demokrasi membuat orang awam menyadari bahwa mereka pun memiliki hak. Dalam buku ini, kami tidak akan melakukan 'pendidikan kewarganegaraan'. Alih-alih, kami ingin melihat bagaimana orang Indonesia biasa memprakti…
Berfokus pada kewarnegaraan adalah suatu perubahan dari menyalahkan atau memuji kaum elit untuk semua hal yang terjadi di negara ini. Pada kenyataannya, jika demokrasi berjalan dengan baik, maka hal itu terjadi karena warga negaralah yang membuatnya berhasil.
Apa yang menjadikan Indonesia tetap bersatu padu? "Pemimpin yang Kuat" adalah jawaban yang paling sering diberikan. Sebaliknya, buku ini melihat jawabannya pada tingkat menengah dalam masyarakat. Kelas menengah di kota-kota provinsi di seluruh Nusantara menjadi penghubung antara negara dan masyarakat dan turut membentuk kekuasaan negara. The Making of Middle Indonesia meneliti kebangkitan sebua…
Indonesia mengalami demokratisasi setelah rezim Orde Baru yang otoriter dan tua berakhir pada bulan Mei 1998. Tetapi transisi menuju demokrasi tidak sedamai seperti sering dibayangkan. Kira-kira 10.000 orang menjadi korban akibat kekerasan komunal (antar-etnis dan agama), dan hampir sebanyak itu lagi menjadi korban kekerasan separatis di Aceh dan Timor Leste. Buku ini adalah analisis komprehens…
Gelombang reformasi pasca-1998 dalam politik lokal telah membawa kembali kota-kota menengah – yang meliputi ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten atau kota – ke tengah panggung perpolitikan Indonesia. Buku ini membahas kelas menengah Indonesia (sekarang mencapai jumlah 43%!) dari dekat di tempat di mana para anggotanya tinggal, yaitu kota. Indonesia Menengah membangkitkan kekuatan politik n…