Pemilu tahun 2004, menjadi menarik karena pertama kalinya dimunculkan sistem kuota tigapuluh persen salon legislatif perempuan bagi partai politik yang akan mengikuti pemilu. Gagasan ini menimbulkan pro-kontra. Bahkan, wacana kontra terhadap implementasi gagasan tersebut lebih kuat dibanding wacana yang pro. Karena itu, realita pemilu dan kehadiran politisi perempuan, terkesan dipaksakan. Padah…