Di awal 1986 ia tampil membela rakyat jelata di lembah Kali Code yang hampir saja tergusur akibat penataan kota. Dalam buku Di Bawah Bayang-Bayang Adikuasa, panji-panji kemanusiaan ia kibar-kibarkan lewat kumpulan catatan perjalanannya ke berbagai penjuru dunia. Itulah Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, budayawan terkemuka, novelis, cerpenis dan kolomnis. Romo Mangun tidak sekedar menyuguhkan lapo…
Buku ini mengajak Anda-lewat esai dan cerpen yang sarat dengan kritik dan sindiran tajam, namun pas-untuk merenungkan kembali pelajaran sejarah bangsa kita, merefleksikan apa yang terjadi sebelum dan sesudah peristiwa kelabu 21 Mei 1998, dan mengambil hikmahnya untuk merancang arah reformasi dan transformasi bangsa ini menuju Indonesia Serba Baru.