/home/u733058612/domains/bskdnlib.kemendagri.go.id/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?)" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.call_number like ?) order by b.last_update desc limit 10 offset 160" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "9%" ]
Fordem berjibaku menentang arus besar penyeragaman berpikir, yang secara masif diterapkan sebagai sarana depolitisasi pada zaman Orde Baru. Selain mengoreksi praktik pemerintahan Soeharto, Fordem juga merintis dan mendorong kebebasan dan keberanian berpikir, berserikat, berkumpul, serta mengemukakan dan mengekspresikan pendapat di Indonesia. Buku tuturan Bondan Gunawan ini membantu merekonstru…
Merupakan laporan jurnalistik wartawan Kompas yang mengambil perspektif sejarah untuk melihat Indonesia masa kini. Buku ini ditulis dengan gaya jurnalistik berkedalaman berbasiskan riset untuk keperluan jurnalistik koran. Tema laporan dimulai sejak zaman Kerajaan Majapahit, era kolonialisme, serta bangkitnya kesadaran negara bangsa. Indonesia kontemporer juga digambarkan sejak era proklamasi hi…
Ini adalah buku sejarah yang langka sebab menghadirkan sejarah kehidupan sehari- hari orang kebanyakan di kota Jakarta. Penulisnya. Firman Lubis, menceritakan soal sepeda, becak, anak-anak, perumahan, sekolahan, kegiatan olahraga, dunia mahasiswa, rumah sakit, tempat wisata, hotel, sampai dengan masalah keragaman etnis dengan tradisi budayanya. Kemudian masih ditambah cerita kehidupan orang ged…
Buku ini memperlihatkan bagaimana Islam dan kolonial Eropa bersama-sama memodernisasi sistem pemerintahan, politik, hukum, dan pendidikan di Indonesia dan Malaysia pada paruh pertama abad ke-20. Ini menunjukkan bahwa kolonialisasi dapat hidup berdampingan dengan islamisasi; gerakan Islam tidak harus melawan modernisasi secara frontal, dan modernitas Barat tak harus memojokkan Islam. Sebaliknya:…
- Personal Name Buku Bunga Rampai Ketahanan Nasional II (a) merupakan Buku kedua tentang kumpulan tulisan-tulisan para akhli dibidangnya masing-masing yang khusus membahas dua gatra dari Tri Gatra, yakni gatra letak dan kedudukan geografi serta gatra keadaan dan kekayaan alam Negara Republik Indonesia. Kesemuanya itu dimaksud untuk dapat lebih dimengerti, difahami dan dihayati oleh seluruh war…
Di balik goresan mars Sulawesi Selatan, Mars ini sangat lengkap. Nasionalisme itu, harkat martabat itu muncul sehingga faktor penyemangat ada di dalamnya. Kekuatannya ada pada reff. Penekanan klimaksnya ada di ewako-rewako. Memuncak dan bergelombang.
Bahwa Gus Dur terkenal sebagai penebar kontroversi tidak bisa dipungkiri lagi. Namun apakah ia inkonsisten dalam tindakan dan ide-idenya, tentu harus didudukkan kembali. Greg Barton dalam sebuah tulisannya memuji Gus Dur sebagai figur terbaik yang senantiasa konsisten dalam pikiran-pikrannya. Kita lantas mafhum bahwa dalam diri seorang tokoh bisa saja menyimpan karakter ganda sekaligus: satu si…
Buku ini mencoba menampilkan Sri Mulyani sebagai sosok alternatif menuju kursi Presiden RI. Terpilihnya Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia sebagai exit strategy membuat semua pihak merasa menang atau sekurang-kurangnya tidak kalah. Dan, Sri Mulyani diyakini bisa memenangi pertarungan menuju kursi RI-1 sekembalinya ke Tanah Air membawa segudang pengalamannya sebagai sumbangsihnya …
M. Busyro Muqoddas, S.H, M.Hum, lahir di Yogyakarta, 17 Juli 1952. Kini Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan ketua sebelumnya, Antasari Azhar. Pria yang akrab disapa Mas Bus ini sebelumnya adalah ketua merangkap anggota Komisi Yudisial RI periode 2005-2010. Mas Bus berpembawaan kalem, sederhana, tegas, apa adanya, serius, dan kurang mempunyai ambisi duniawi. Karakternya ini …
Tragedi G30S/PKI sampai saat ini masih tetap misteri dan perdebatannya mungkin tidak akan pernah selesai seperti halnya peristiwa penculikan Perdana Menteri Syahrir, matinya Tan Malaka, Madiun Affair, DI/TII, dan lain-lain. Laporan korban pembantaiannya pun beragam dari 150.000 orang hingga lebih 1 juta orang, tapi saya sendiri menggunakan angka minimum otoritatif yang diakui Laksamana Soedomo …