Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Membangun martabat manusia: peranan ilmu-ilmu sosial  dalam pembangunan
Penanda Bagikan

Text

Membangun martabat manusia: peranan ilmu-ilmu sosial dalam pembangunan

M. Alwi Dahlan - Nama Orang; Sofian Effendi - Nama Orang; Sjafri Sairin - Nama Orang;

Organisasi merupakan kelompok sosial yang sering kita jumpai dalam setiap institusi. Setiap ada acara baik besar maupun kecil, orang membuat organisasi agar sebuah acara dapat berjalan dengan lancar. Kelancaran ini diperoleh dari kekompakan setiap anggota dalam bekerja. Kekompakan merupakan nilai organisasi yang terus dijunjung tinggi dalam menggapai keberhasilan.
Dalam sebuah organisasi di Jepang berusaha memusatkan perhatian pada aspek-aspek manusia. Perhatian pada aspek manusia ini tampaknya berkembang dan diminati dalam tahun-tahun terakhir. Mereka berusaha mengembangkan aspek manusia dalam perancangan dan penataan organisasi. Hal ini menandakan ada gejala pergeseran pandangan dan penataan organisasi.

Pergeseran Pandangan dalam Organisasi
Pergeseran pandangan itu dari yang berlandaskan dasar-dasar pemikiran fungsional ke konsep-konsep pemikiran yang dilandasi oleh apa yang disebut paradigma intepretatif. Para pemikir dalam organisasi berusaha melakukan inovasi dalam menjalankan sebuah organisasi. Organisasi yang dulunya bersifat struktural fungsional mulai diimbangi dengan konsep-konsep yang berlandasakan pada alam pemikiran manusia. Pergeseran ini memberikan dampak dalam organisasi berupa makin meningkatnya perhatian aspek kebudayaan dalam studi organisasi.
Konsep kebudayaan ini akan digunakan dalam menjelaskan dalam beberapa sisi dalam organisasi. Konsep kebudayaan akan digunakan pertama, sebagai metafora untuk menjelaskan perwujudan dan hakikat organisasi. Kedua, untuk menjelaskan bentuk dan karakteristik organisasi. Ketiga, sebagai sesuatu yang ada dan hidup dalam suatu gejala hidup dalam suatu organisasi (variabel), dan juga sebagai landasan pemikiran (metafora). Keempat, sebagai pendekatan pemahaman organisasi dengan menggunakan asumsi dasar bahwa struktur realitas organisasi merupakan konstruksi pemikiran yang bersifat subjektif.


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 303.4 SOF m
BPP00002613
Tersedia
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 303.4 SOF m
BPP00002612
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
303.4 SOF m
Penerbit
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press., 1992
Deskripsi Fisik
xxxii, 700 hlm.; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9794202428
Klasifikasi
303.4 SOF m
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet 1
Subjek
Ilmu Sosial
Kemasyarakatan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik