Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Transisi menuju demokrasi: tinjauan berbagai perspektif
Penanda Bagikan

Text

Transisi menuju demokrasi: tinjauan berbagai perspektif

Guillermo O'Donnell - Nama Orang; Philippe C. Schmitter - Nama Orang; Laurence Whitehead - Nama Orang;

Penekanan pembahasan dalam buku ini adalah perlunya partisipassi massa dalam politik dengan tujuan untuk mengamankan pembangunan ekonomi dan modal kapitalis dalam proses pembangunan di negara-negara terbelakang. Hal ini ditujukan untuk membangun stabilitas politik. Cara yang paling efektif adalah melalui militer. Dengan kata lain, pembangunan di negara-negara terbelakang dipusatkan melalui negara (kontrol militer) sehingga negaralah yang berada di posisi strategis, massa tidak dilibatkan dalam proses politik sehingga demokrasi tidak berjalan secara semestinya.
Kemudian, setelah O’Donnel mengetahui bahwa argumen Bureaucratic aiitlioritariaiiism tidak realistik, menurut William Liddle dan Mujani, O’ Donnell pada penghujung tahun 80-an beralih ke pendakatan elite untuk menjelaskan variasi muncul dan stabilnya demokrasi. Mereka berkesimpulan bahwa, munculnya rezim demokasi adalah suatu “kebetulan” sejarah yang tidak bisa dijelaskan. Elit dinilai penting dalarn proses transisi ke rezim demokrasi tetapi kapan elit menjadi pro demokrasi dan kapan tidak, menurutnya tidak bisa dijelaskan. Konsep ini juga telah dikritik oleh Prezeworski dan Lunongi, yang datang juga dari lingkaran kiri.
Menurut pendekatan ini elit ini, diasumsikan bahwa transisi jadi rezim nondemokrasi ke rezim demokrasi sebagian besar ditentukan oleh inisiatif, kompromi, dan kalkulasi rasional elit politik. Pilihan atas demokrasi dipandang memupgkinkan elit mencapai tujuan politiknya. Motif dan kalkulasi elit seperti ini tentu saja akan ditemukan dikalangan elit politik pada umumnya. Secara urut demokratisasi mencakup beberapa proses atau tahapan yang saling berkaitan, yaitu: liberalisasi, transisi, instalasi dan konsolidasi. Liberalisasi adalah proses mengefektifkan hak-hak politik yang melindungi individu dan kelompok sosial dari tindakan sewenang-wenang atau tidak sah yang dilakukan oleh negara atau pihak ketiga. Pada tahap ini biasanya ditandai kekuasaan untuk membuka peluang terjadinya kompetisi politik, dilepaskannya tahanan politik, dan uiberikannya ruang kebebasan pers. Tahap lain selain liberalisasi adalah transisi, yaitu titik awal atau interval (selang waktu) antara rezim otoritarian dengan rezim demokrasi. Transisi diawali dengan keruntuhan rezim otoriter lama yang kemudian diikuti dengan pengesahan lembaga politik peraturan politik baru di bawah payung demokrasi. Setelah transisi yaitu konsolidasi. Proses konsolidasi jauh lebih komplek dan panjang dibandingkan transisi. la merupakan proses yang mengurangi kemungkinan pembalikan demokrasi. Didalamnya diwarnai proses negosiasi.
Dari uraian di atas, cukup konkret apabila kita bandingkan dengan perjalanan sejarah di Indonesia, dimana saat orde baru, peran negara begitu ketat sehingga tidak ada yang bisa “bersaing“ dengan kehendak negara (pemerintah). Kemudian, muncullah pergerakan yang menginginkan perubahan dengan melumpuhkan rezim orde baru. Dan hal ini yang dianggap sebagai solusi terciptanya perubahan. Setelah itu, lembaran baru demokrasi mulai terbuka (reformasi) dengan adanya pemilu. Namun, hingga sekarang perjalanan demokrasi di Indonesia ternyata tidak sesuai dengan harapan, bahkan muncul permasalahan di berbagai bidang, seperti KKN (terbuka secara jelas). Memang keran aspirasi dan berpendapat terbuka lebar (sangat lebar malah), tetapi masalah kesejahteraan juga tidak berubah cukup signifikan. Berkaca dari pengalaman ini, akankah Indonesia masuk dalam fase negosiasi untuk kembali pada masa lalu?


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 321.8 GUI t
BPP00003258
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
321.8 GUI t
Penerbit
Jakarta : LP3S., 1993
Deskripsi Fisik
xvii, 280 hlm.; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
321.8 GUI t
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet 1
Subjek
Demokrasi
Pemerintahan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik