Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Menghadang negara gagal: sebuah ijtihad politik
Penanda Bagikan

Text

Menghadang negara gagal: sebuah ijtihad politik

Dr. Adhyaksa Dault - Nama Orang;

Secara terbuka ataupun diam-diam, secara massif ataupun hanya sekelompok orang, kesadaran pandangan tentang ketidakberesan pengelolaan negeri ini tampaknya sudah menjalar kemana-mana. Pertanyaan yang sering muncul: Kenapa negara yang dikaruniai SDA dan SDM yang luar biasa ini tak juga menunjukkan kemajuan dan kesejahteraan yang berarti layaknya negara-negara maju lain?


Sayangnya, kesadaran pandangan itu baru dianggap “rasa” yang subyektif. Barulah ketika sebuah lembaga dari Amerika Serikat bernama Fund For Peace (2012) mengeluarkan Indeks Negara Gagal (Failed State Index) baru-baru ini, “rasa” itu seperti mendapatkan pembenarannya.



Fund For Peace menempatkan Indonesia sebagai negara “dalam bahaya” (in danger), pada peringkat 63 dari 178 negara. Turun satu tingkat dari tahun 2011. Sebaliknya, negara-negara tetangga, seperti Singapura (157), Malaysia (110), dan Thailand (84), menempati peringkat yang lebih bagus dari Indonesia. Pro-kontra pun terjadi.



Ada yang menerimanya sebagai pembenaran, ada yang menerimanya dengan catatan, tapi tidak sedikit yang menyikapinya secara defensif, sembari meragukan kredibilitas dan motif tersembunyi dari lembaga Fund For Peace itu. Ada juga yang berkilah, yang dimaksud “negara gagal” adalah pemerintah yang tidak mampu memenuhi rasa aman dan kenyamanan warga, dan bukan bangsanya. Sebuah rezim pemerintahan di Indonesia boleh saja gagal, tapi NKRI tak akan pernah menjadi negara gagal.



Bagi Dr. Adhyaksa Dault, sikap yang paling sehat adalah menjadikan judgment “negara gagal” itu sebagai evaluasi konstruktif yang menguntungkan kita. Maksudnya, kita tak perlu menolaknya secara defensif atau menerimanya secara inferior, melainkan harus mengolahnya sebagai kesadaran untuk memperbaiki kenyataan. Tapi kenyataan yang mana? Evaluasi seperti apa?



Komprehensif, kritis, dan tajam. Buku ini tidak saja memberikan perspektif yang jelas tentang apa itu “negara gagal”, tapi juga memberikan peta yang lengkap dengan rambu rambu yang tegas tentang bagaimana negara ini seharusnya memperbaiki dirinya—untuk Indonesia yang lebih baik, maju dan sejahtera. Sebuah ijtihad politik, renungan anak bangsa, yang penuh dengan optimisme dan solusi-solusi kongkret yang layak diapresiasi.


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 320 ADH m
BPP00004158
Tersedia
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 320 ADH m
BPP00004153
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
320 ADH m
Penerbit
Jakarta : Rene Book., 2012
Deskripsi Fisik
350 hlm.; 24 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786021915356
Klasifikasi
320 ADH m
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet 2
Subjek
Negara
Sosial
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik