Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bangsa mati di tangan politikus
Penanda Bagikan

Text

Bangsa mati di tangan politikus

Azyumardi Azra - Nama Orang; Budiman Tanuredjo - Nama Orang;

DEMOKRASI BERGERAK LIAR. Kebebasan hampir tiada berbatas lagi. Orang berlomba-lomba bersuara paling keras. Era digital malah membuat kekalapan baru yaitu bermedia sosial yang begitu bersemangat hingga melupakan etika. Media sosial bukan menjadi sarana untuk saling mempererat kohesi sosial, melainkan justru berwatak asosial, yakni dipenuhi sinisme, agitasi, benci, yang mengancam integrasi sosial. Banyak elite politik yang tidak menebarkan kesejukan, tetapi justru menjadi kompor yang manas-manasi. Dalam demokrasi orang semakin keras menuntut haknya tetapi menghindari kewajibannya. Demokrasi bukan dijadikan sarana untuk kemaslahatan publik, tetapi justru dijadikan tunggangan oleh pihak- pihak yang punya agenda tersembunyi.

TAK AYAL, tontonan demokrasi lebih banyak mengumbar syahwat berburu kekuasaan. Yang dulu diberantas dalam gelombang reformasi, malah tumbuh cepat bak cendawan di musim hujan. Praktik korupsi terus merajalela. Seluruh pemilik kekuasaan dalam trias politika nyaris tak bersih lagi: eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Para kepala daerah, elite partai politik, pejabat pemerintah, para penegak hukum, seakan tak jera-jeranya. Bahkan saling kongkalikong dan kolusi. Genderang perang terhadap korupsi lebih terasa sebagai komoditas politik, bukan kesungguhan untuk membersihkan negeri ini. Korupsi ibarat kanker yang meracuni seluruh aliran darah bangsa. Juga praktik nepotisme benar-benar dilakukan secara terbuka. Banyak jabatan publik dibagi-bagi di seputaran pasangan suami- istri orangtua-anak, serta hubungan keluarga dan kekerabatan lainnya.

KATA BANYAK ORANG, demokrasi sudah kebablasan. Maka, kesadaran baru sangat penting agar bangsa ini tidak terjun bebas ke dalam jurang. Bahwa berpolitik dengan demokrasi yang makin kokoh seharusnya menumbuhkan watak, perilaku, dan ikhtiar untuk kepentingan publik agar Republik ini semakin kuat sebagaimana ditanamkan oleh para pendiri bangsa di masa silam.


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 320.9598 BAN
BPP00008004
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
320.98 BAN
Penerbit
Jakarta : PT Kompas Media Nusantara., 2019
Deskripsi Fisik
384 hlm.; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024126759
Klasifikasi
320.98 BAN
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet 1
Subjek
Indonesia -- Politik dan Pemerintahan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik