Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Laporan akhir kajian strategis: Dampak pengembangan kawasan strategis terhadap perekonomian (implementasi pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di daerah)
Penanda Bagikan

Text

Laporan akhir kajian strategis: Dampak pengembangan kawasan strategis terhadap perekonomian (implementasi pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di daerah)


Pembangunan seringkali membawa dampak kesenjangan antar daerah. Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk menguranginya adalah dengan mengembangkan kawasan strategis. Kebijakan tersebut didasarkan pada Permendagri 29/2008 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh di Daerah. Kajian ini berupaya medeskripskan pelaksanaan pengembangan KSCT di daerah. Kajian dilaksanakan dengan metode deskriptif di 4 (empat) daerah: Kabupaten Pakpak Bharat, Muko-muko, Lebak, dan Banyumas. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan focused group discussion dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menemukan bahwa implementasi kebijakan pengembangan KSCT di daerah sudah berjalan dalam bentuk pengembangan kawasan agropolitan dan kawasan minapolitan, namun implementasinya belum sesuai dengan ketentuan dalam Permendagri 29/2008. Pengembangan KSCT menghadapi masalah koordinasi dan sinergitas; sosialisasi, produk unggulan, program dan kegiatan, informasi pasar dan teknologi, profesionalisme dan kewirausahaan pelaku, akses modal, prasarana dan sarana, kerjasama antar daerah, komitmen pemangku kepentingan, kepemilikan lahan, sinkronisasi dan integrasi program dan pendanaan, serta kinerja kelembagaan. Untuk mengatasinya diperlukan upaya memperkuat koordinasi dan sinergitas kebijakan, sosialisasi kebijakan, program dan kegiatan, kajian yang komprehensif, fokus pada sektor unggulan dan produk unggulan, serta program dan kegiatan yang terukur. Kemdagri perlu merevisi Permendagri 29/2008 dengan memasukan ketentuan mengenai insentif dan disinsentif bagi daerah, penugasan SKPD pelaksana dan SKPD lain yang terkait, pembentukan kelompok kerja lintas SKPD, kerjasama kementerian/LPNK di tingkat nasional, tingkat daerah, maupun antar daerah untuk mendorong pelaksanaan KSCT di Daerah dengan ekspektasi sumber pendanaan lintas kementerian berupa DAU/DAK bagi pelaksanaan KSCT.


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri R 338.9 PUS l
BPP00010772
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
R 338.9 PUS l
Penerbit
Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri., 2015
Deskripsi Fisik
ix + 99 hlm; 20,5 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
338.9
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
-
Subjek
Pembangunan Ekonomi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Pusat Litbang Pembangunan dan Keuangan Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik