Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Identitas dalam kekuasaan: hibriditas kuasa, uang, dan makna dalam pembentukan elite bugis dan makassar
Penanda Bagikan

Text

Identitas dalam kekuasaan: hibriditas kuasa, uang, dan makna dalam pembentukan elite bugis dan makassar

Imam Mujahidin Fahmid - Nama Orang;

Bugis dan Makassar sebagai sama-sama percaya bahwa asal-usul elite politik mereka bermula dari mitos Tomanurung (pemimpin yang turun dari langit). Keduanya menginginkan pola hubungan antara penguasa dan masyarakat bersifat kontraktual. Ini berarti bahwa kendati secara simbolik masyarakat memberi otoritas yang besar kepada si pemimpin, namun di waktu yang bersamaan, pemimpin harus taat dengan kesepakatan yang diberikan sang pemberi simbol, yakni Tomanurung.

Kontrak politik ini mulai berlangsung pada abad ke-13 di jazirah selatan Pulau Sulawesi, yang tentu menyadarkan kita bahwa ini merupakan sebuah pencapaian yang mendahului teori Thomas Hobbes, yang hidup pada abad XVI-XVII dan Montesquieu seabad setelahnya, tentang kontrak sosial.

Tapi di luar dari pandangan itu, pola perilaku mereka dalam berpolitik sangat berbeda. Bagaimana dua suku ini menyikapi siri (harga diri) dan pacce (rasa senasib) dalam dunia politik? Seperti apa cara menggunakannya dalam konteks masa kini?

Karya Imam Muhajidin Fahmid ini membedah sejarah pergerakan di Sulawesi Selatan, termasuk tarik-menarik antara Sulawesi Selatan dan Jawa dalam pusaran kekuasaan nasional. Imam menarik garis itu yang, rupanya, berhubungan awal terbentuknya elite-elite politik dengan membandingkan dua daerah yang merepresentasikan Bugis dan Makassar, Bone dan Gowa. Dan tentu juga menarasikan bagaimana tiga unsur—kuasa, uang, dan makna—diberdayagunakan untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan politik.

Contoh yang menarik dan perlu kita simak bersama adalah studi kasus klan Page di Desa Tabba'e, di Bone yang berhasil mendobrak sistem kebangsawanan yang awam berlaku di kawasan ini, tatkala memasuki dunia politik.

Selamat membaca. Selamat memasuki dan memindai dunia politik Sulawesi Selatan!


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri 320.4 IMA i
BPP00001354
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
320.4 IMA i
Penerbit
Makassar : Ininnawa., 2012
Deskripsi Fisik
vi, 343 hlm.; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786021963623
Klasifikasi
320.4 IMA i
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet 1
Subjek
Kekuasaan
Bugis
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik