Salah satu penyebab terbesar kegagalan Indonesia dalam mempertahankan pembangunan adalah pengelolaan pemerintahan yanng sentralistik. Tatkala organisasi-organisasi raksasa di seluruh dunia, baik itu organisasi pemerintahan maupun bisnis, mulai memasuki era desentralisasi, Republik Indonesia di Era Orde Baru masih asyik dengan pola sentralisasinya.
17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya setelah melalui serangkaian perjuangan demi perjuangan baik secara kooperasi maupun non-kooperasi kepada Pemerintahan Belanda lalu Jepang yang menduduki Indonesia sejak 1942. Pada masa pendudukan Jepang ini, nama Sutan Sjahrir muncul sebagai pusat oposisi terhadap Jepang yang paling terkemuka. Sebagai seorang politikus yang berpengalam…
Dengan ruang lingkup yang luar biasa dan secara rinci teliti, Profesor Anderson menganalisis revolusi Indonesia tahun 1945. Terhadap latar belakang budaya Jawa dan pendudukan Jepang, ia mengeksplorasi asal-usul kelompok pemuda revolusioner, militer, dan partai politik untuk menantang interpretasi konvensional gerakan revolusioner di Asia. Penulis menekankan bahwa peran penting dalam wabah i…
Perasaan Ibu sangat peka, tetapi Ibu dapat menyembungikan perasaan itu. Semua disimpannya sendiri, sampai pada saat yang tepat akhirnya diceritakan juga. Saat saya membaca lengkap buku ini, tak terasa air mata saya mengalir, begitu mendalam hubungan batin antara Bapak dan Ibu, sesuatu "modal besar" yang tidak dimiliki oleh semua pasangan ibu. Saya kadang-kadang merasa tidak ada arti apa-a…
Mengetengahkan perjalanan Kebudayaan Masyarakat Indonesia, mulai dari masa primitif, pengaruh Hindu, pengaruh Islam, hingga budaya modern saat ini. A complete account of the development of Indonesian people and culture, from the era of antiquity to the present.
“Ketika kita merenungi alam atau sejarah umat manusia atau aktivitas intelektual kita sendiri, pertama-tama kita melihat satu gambar yang terdiri dari jaring-jaring hubungan yang tiada ujung-pangkalnya, dimana tidak sesuatupun yang tinggal tetap, dimana dan sebagaimana adanya, tapi segala sesuatu bergerak, berubah, lahir dan mati…” Banyak orang tidak menyadari bahwa cakupan Marxisme jauh…
Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol-mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kertas…