Mr. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung adalah ahli sejarah dan tokoh politik Indonesia. Dia juga merupakan raja Gianyar, menggantikan ayahnya Anak Agung Ngurah Agung. Beliau berjasa dalam perjuangan politik Indonesia ke Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Perundingan itu menjadi penting bagi Indonesia. karena Belanda menyerahkan kedaulatan dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1949, I…
Jenderal Besar AH Nasution dalam bukunya Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia, Jilid 4 Periode Linggarjati, menyatakan: Persetujuan Linggarjati merupakan satu tamparan terhebat terhadap perjuangan kemerdekaan di Kalimantan.\r\n\r\nDengan resmi Pemerintah Republik melepaskan pulau yang besar yang rakyatnya tidak sudi dipisahkan dari RI dan berkorban demikian berat untuk tujuan itu. Dengan itu pu…
Seni dan praktik bernegosiasi merupakan definisi atau pengertian dari Diplomasi dan orang yang memiliki keahlian dalam berdiplomasi disebut sebagai Diplomat yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti politik, ekonomi, perdagangan, dsb. Biasanya, orang mengangga…
Kisah-kisah seputar Proklamasi 17 Agustus 1945 selalu aktual. Pelaku sejarah dan kesaksian yang disampaikannya menghidupkan rasa nasionalisme. Sebut saja di antaranya kesaksian Ahmad Subardjo, Sudiro, Sayuti Melik, Latief Hendraningrat, dan Jusuf Ronodipuro.\r\nAda banyak kisah seputar pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini. Beberapa dari pelaku sejarah saat itu meng…
Agresi Militer Kolonial Belanda II ,Belanda buntukan persetujuan Renville dan tiada kemajuan dibidang diplomasi ,dan perundingan kandas lagi serta tiada jalan keluar terbentang dari kaliurang.
Kepentingan Modal Belanda di Indonesia oleh Prof. Sumitro ditunjukkan pada pelbagai kesempatan. Dengan angka-angka ia mengemukakan betapa maha vitalnya soal Indonesia bagi Belanda dari segi ekonomi.
Bahwasannya perjuangan gerilya dalam revolusi kita itu jauh dari pada hanya perjuangan ketentaraan semata-mata. Perjuangan politik, psikologis, ekonomis, dan militer terbungkus sekaligus di dalamnya dan para pimpinan, yang tinggi menengah dan bertindak hanya secara militer khusus semata-mata, melainkan secara pejuang patriot dalam arti yang seluas-luasnya.
Berisi kisah sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang ditulis dari sudut pandang Abdul Haris\r\nNasution, yang pada masa tersebut menjabat sebagai kolonel. Buku ini berisi interpretasi Nasuiton mengenai\r\nPerang Kemerdekaan Indonesia.