Buku Nusa Jawa: Silang Budaya merangkul keseluruhan sejarah Pulau Jawa menganalisis unsur-unsur kebudayaannya. Penulis merintis sebuah pendekatan yang sangat orisinal-sejenis "geologi budaya" -dengan mengamati berbagai lapisan budaya, mulai dari yang tampak sampai yang terpendam dalam sejarah. Setiap lapisan budaya itu diuraikan sejarah perkembangannya lalu diulas unsur masyarakat yang mengemba…
Seorang teoretikus sejarah terkemuka dengan lantang berkata bahwa "sejarah adalah ilmu untuk mendapatkan kebenaran", padahal sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, sejarah tidak bisa berpretensi sebagai disiplin keilmuan yang bisa menentukan ketentuan yang umum berlaku dan tidak pula bisa berniat untuk memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya, karena yang ingin ditemukan ialah rekonstruksi "…
Presiden Sukarno, sang Ploklamator, mungkin sangat mencintai kekuasaan, tetapi bukanlah kekuasaan yang bisa meremukkan keutuhan Negara dan persatuan bangsa. Di saat kemungkinan itu dirasanya mengancam, ia pun menahan kepedihan betapa sistem politik dengan ideologi serba revolusioner yang dipeliharanya jatuh berantakan. Berbagai corak kontradiksi fundamental yang diperkenalkannya telah mengundan…
Kebanyakan buku sejarah yang menerangkan hanya sebatas peristiwa tang terjadi memberikan gambaran yang buram terhadap kebenaran hakiki sejarah itu sendiri, sehingga sulit untuk menemukan gagasan atau konsep tentang sejarah dan bentuk dari hasil rekonstruksi masa lampau menurut pandangan dan minat para penulisnya. Dalam bab terakhir dicoba diungkapkan buku – buku referensi, keadaan sumber dan …
Masa pendudukan Inggris yang singkat di Jawa (1811-1816) di akhir Perang Napoleon merupakan titik penting dalam sejarah modern Indonesia. Untuk pertama kali, Pemerintah Kolonial mempunyai cukup aset militer untuk menaklukkan raja-raja pribumi yang sebelumnya meraih daulat yang signifikan. Kekuasaan Eropa yang mutlak ini pun didukung oleh politik kolonial baru berupa pajak tanah (land-rent), huk…
Dalam buku DR.A.H. Nasution Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 4 ini beliau mengungkapkan peranannya dalam menghadapi pergolakan di daerah. Oleh satu pihak beliau dianggap terlalu lunak, sebaliknya oleh pihak lain beliau diminta untuk bertindak sebijaksana mungkin. Diungkapkan dalam buku jilid 4 ini, bagaimana beliau terjun langsung menyaksikan Operasi 17 Agustus menumpas PRRI di Sumatera dan Opera…
Buku ini adalah liputan aneka warna 500 tahun wilayah Indonesia Timur yang unik dan kaya secara ilmiah namun jelas-jelas terasing. Memuat catatan 28 orang dengan beragam latarbelakang dan dari berbagai belahan dunia yang tertarik, jatuh cinta hingga tersasar ke sana sejak abad ke-16 sampai ke-21. Nama-nama seperti Pulau Komodo, Raja Ampat, Lombok, Seram, Banda, Flores atau Laut Sawu, Arafuru…
Antisipasi keadaan masa depan tentu harus mengawali pembahasan apabila kita berbicara tentang peran TNI di masa depan. Isu global tentang demokratisasi, lingkungan hidup dan hak asasi manusia masih akan menggejala selama belum ada kesepakatan, khususnya antara negara maju dan berkembang tentang konsep universalitas dan penerapan yang dilandasi perbedaan kebudayaan. Kondisi global tersebut cende…
Buku ini menceritakan bagaimana para wartawan harian Merdeka membuat jurnal catatan harian tentang sejarah negara dan bangsa pada saat itu.
Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol-mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kertas…