Persepsi Tentang Bangsa Indonesia dan Minoritas Tionghoa, Sebelum dan Sesudah Perang Dunia II.\r\n- Persepsi Kaum Tionghoa Lokal Tentang Bangsa Indonesia dan Kedudukan Merdeka, Sebelum Perang Dunia II, Zaman Pendudukan Jepang dan Sesudah Perang Dunia II.\r\n- Ekonomi dan Masyarakat Tionghoa Indonesia.\r\n- Kedudukan Ekonomi Orang Tionghoa.\r\n- Minoritas Tionghoa, Suatu Analisa:\r\n1. Masyaraka…
Setelah setengah abad lebih usianya, ASEAN sudah jauh lebih dari patut untuk dinilai kembali eksistensinya. Ia sudah pantas untuk dievaluasi sejauh mana relevansinya dalam merespons tuntutan kebutuhan terhadap stabilitas keamanan, dan terwujud serta terpeliharanya perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Lingkungan strategis kini telah berkembang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan saat ASEAN d…
Hubungan antara Indonesia, khususnya Aceh dengan Dataran Cina dimulai semenjak lancarnya transportasi laut. Kontak budaya antara Cina dan Aceh secara diplomasi diawali pada abad 13 dan 15 M. Pada suatu lawatan utusan diplomat Cina pergi ke Aceh menyerahkan Lonceng Cakradonya kepada Raja Aceh pada tahun 1409 M, sebagai lambang persahabatan. Sebaliknya Raja Aceh mengirimkan utusan Aceh (Duta Besa…
Masyarakat Tionghoa di Padang mempunyai kekhasan dalam konstruksi kehidupan sosial mereka dibandingkan dengan di tempat lain. Setelah ratusan tahun hidup di Kota Padang, mereka telah beradaptasi dan membentuk sistem kehidupan dan lingkungan yang unik. Ada dua kongsi yang menjadi pilar masyarakat Tionghoa— kongsi gedang dan kongsi kecik, kelenteng sebagai pengikat moral dan penjaga peradaban, …
Selama era Orde Baru keterlibatan kelompok Etnis Cina Indonesia (ECI) dalam politik dibatasi. Namun sejak awal era Reformasi 1998, kelompok ECI bebas untuk terlibat dalam politik sebagai pengurus parpol, anggota legislatif, dan kepala daerah. Ternyata mereka langsung berhasil siginifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebab, dampak, dan respons kelompok etnis Melayu dan etnis Dayak…