Kilas balik tentang salah satu harian yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung. Harian ini memiliki oplah besar dan mampu menggaji karyawannya. Keren gak tuh: bisnis dan idealism ketemu! Buku ini pernah membuat saya berpikir, mungkinkah mahasiswa jaman saya (1995-2003) menelurkan semacamnya? ah ternyata saya keburu terbentur dengan puisinya Taufik Ismail salah satu barisnya berbun…
Pengalaman Sejarah Indonesia mengajarkan, kehidupan berbangsa kita selalu dihadapkan pada berbagai persoalan pelik ancaman konflik internal yang bersumber pada perbedaan ideologi. Sejak kemerdekaan hingga sekarang , penyelenggara negara sering gagal menerapkan fungsi utamanya sebaga penjaga persatuan dan kesatuan.\r\n\r\nKita catat ideologi-ideologi besar yang hidup di Indonesia dan memiliki pe…
Dalam berbagai wacana selalu terungkap bahwa telah menjadi kesepakatan bangsa adanya empat pilar penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara bagi negara-bangsa Indonesia. Bahkan beberapa partai politik dan organisasi kemasyarakatan telah bersepakat dan bertekad untuk berpegang teguh serta mempertahankan empat pilar kehidupan bangsa tersebut. Empat pilar dimaksud dimanfaatkan sebagai landasan pe…
Keruntuhan rezim yang telah berkuasa selama 30 tahun melahirkan eforia bagi pelaku politik kala itu. Euforia yang melenakan dan membuat mereka alpa untuk menyusun konsep proporsional pascakeruntuhan. Ditengah euforia itu kekuatan ideologis yang sekarat mendapat ruang untuk kembali bernafas. Disisi lain kekuatan-kekuatan politik menemukan modus operandi baru dengan target perebutan kekuasaan. Id…
Motivasi terjadinya hubungan Tuan-Hamba sering bertitik berat pada kebutuhan pihak Hamba. Namun; mengenai tautan Tuan-Hamba di bidang politik menunjukkan pihak Tuan-lah yang menjadi pemrakarsa. Pihak Hamba, setelah menikmati prestasi yang diberikan Tuan, beru berkewajiban membalasnya.\r\nDalam tukar-menukar itu pihak Hamba berkedudukan sebagai \"lumbung nilai\" yaitu tempat pihak Tuan menyimpan…
Tujuan buku ini adalah menyajikan ciri-ciri penting dari sistem keyakinan tertentu dalam dunia dewasa ini dengan cara seobyektif dan semudah mungkin. Edisi ini telah dipikir ulang, direorganisasi dan ditulis ulang secara lengkap. Perubahan-perubahan penting telah diadakan disebagian besar bab dengan maksud agar lebih mudah dipahami, lebih akurat dan lebih lengkap.
Materi buku ini adalah kumpulan bahan kuliah yang telah diajarkan selama bertahuntahun\r\ndi Universitas Trisakti, Jakarta. Oleh karena itu, sudah barang t entu mengalami\r\nproses yang panjang. Ditambah l agi persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia\r\n(NKRI) sejak merdeka tahun 1945 sampai sekarang telah mengalami tiga kali perubahan\r\nera kepemimpinan, yakni era Orde Lama, era Orde Baru…
Buku ini membicarakan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Pembukaan (Undang-Undang Dasar) dan Pancasila.
Buku Membangun atas dasar Pancasila ini dibagi menjadi lima bagian. Dalam bagian kedua tujuannya, dalam bagian ketiga usaha-usahanya, dalam bagian keempat disajikan bahan perbandingan dan dalam bagian kelima lingkungan internasional pembangunan nasional itu. Sebagai pendahuluan disajikan bab tentang peninjauan kembali strategi pembangunan.