/home/u733058612/domains/bskdnlib.kemendagri.go.id/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select bt.biblio_id from biblio_topic as bt left join mst_topic as mt on bt.topic_id=mt.topic_id where mt.topic like ?)) order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Kewarganegaraan%" ]
Argumen utama buku ini adalah bahwa kewargaan dibentuk dan dipraktikkan melalui serangkaian gerakan melawan ketidakadilan. Gerakan-gerakan ini berupa serangkaian perjuangan—oleh rakyat di level akar rumput dan kelas menengah beserta organisasi perwakilan dan para aktivisnya—untuk pengakuan kultural, keadilan ekonomi dan sosial, serta representasi politik. Perjuangan ini secara umum berujung…
Tentang dinamik kehidupan kolektif warga di amsing masing kota selama era demokratisasi dan otonomi daerah setelah kita lepas dari belenggu otoritarianisme
Di masa awal revolusi, visi bagaimana berlangsungnya Indonesia merupakan proses yang masih tampak samar-samar. Di Jawa Timur, terdapat tiga faktor yang melatar belakangi kerjasama dan persaingaan elite, yaitu faktor kepentingan, ideology, dan cara pandang melihat persoalan. Antara ideology dengan kepentingan, seringkali keduanya menyatu. Lantaran ideology digunakan untuk melegitimasi kepenti…
Satu tanda mata dari abad ke-20 yang paling dahsyat dan tak terlukiskan kengeriannya adalah perang dunia II. Adegan-adegan seperti di neraka Dante seorah turun ke bumi. Betapa Amerika dipaksa Hitler untuk mengerahkan pemuda-pemuda terbaiknya sampai jutaan orang, bertarung melawan pemuda-pemuda terbaik Jerman. Dengan jumlah korban di kedua belah pihak yang begitu menakutkan. Buku ini mencakup pu…
Kewarganegaraan hadir kembali di Indonesia. Orde Baru berupaya sebaik mungkin untuk mengebiri konsep ini dengan menggambarkannya semata sebagai kewajiban yang harus dipatuhi. Namun, demokrasi membuat orang awam menyadari bahwa mereka pun memiliki hak. Dalam buku ini, kami tidak akan melakukan 'pendidikan kewarganegaraan'. Alih-alih, kami ingin melihat bagaimana orang Indonesia biasa memprakti…
Menyajikan Informasi Mengenai Kompetensi dasar dari Pendidikan Kewarganegaraan, Bangsa dan Identitas Nasional, Kewarganegaraan, Konsepsi Negara, Konstitusi, Good Governance, Pemerintah dan Pemerintahan, Hubungan Sipil-Militer, Agama dan Negara, Masyarakat Madani, Demokrasi, dan Hak Asasi Manusia. Salah satu tujuan utama dari diselenggarakannya Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi a…
Indonesia sekarang telah memasuki suatu decade waktu yaitu era globalisaasi dimana semua aspek yang meliputi politik, ekonomu, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan menitikberatkan kepada sebuah kemajuan. Polemik bangsa yang terus menerus menghujami negeri ini seakan membuat pola pikir tak kunjung henti untuk menantikan sebuah kedamaian dan keselarasan bangsa. Terlebih lagi kepada suatu ha…
Buku Civic education: upaya mengembalikan episteme politik ini ditulis untuk meluruskan kembali hakikat kehidupan berpolitik yang sesungguhnya. Buku pegangan pendidikan kewarganegaraan untuk perguruan tinggi ini tidak hanya berisi konsep-konsep politik, tetapi lebih-lebih mendalami nilai-nilai etis kewargaan dengan pemahaman yang memadai tentanng hakikat dirinya sebagai makhluk personal dan mak…
Kewargaan Multikultural Sudah menjadi kodrat bahwa kehidupan dunia ini bersifat plural, tidak tunggal, baik karena factor alam, factor sejarah, factor social maupun politik, karena itu perwatakan kehidupan menjadi multicultural, karena masing-masing komunitas mengekpresikan aspirasinya sesuai dengan lingkungan budaya masing-masing. Adalah ulah manusia yang hegemonic yang berusaha menumpas mult…