Munculnya konflik di Kesultanan Palembang tidak dapat dilepaskan dari faktor\r\nekstern yaitu keinginan Inggris (Raffles) untuk menguasai Palembang yang sangat\r\nterkenal kaya. Kekayaan tersebut berasal dari pertambangan dan perkebunan, serta\r\nhasil hutan. Penolakan Sultan Mahmud Badaruddin II atas keinginan Inggris\r\nmenggantikan posisi Belanda pasca di daerah ini, menjadi alasan bagi bang…
"Mungkin lebih baik kalau kita dulu dijajah Inggris, bukan Belanda," kata beberapa orang Indonesia. Namun Indonesia pernah dijajah Inggris: antara tahun 1811 dan 1816, ketika negeri Belanda diduduki Napoleon, Inggris melakukan invasi dan merebut Jawa dari Belanda. Selama lima tahun, Jawa diperintah oleh seorang tokoh yang dampak masa kekuasaannya terus terasa hingga ratusan tahun kemudian: Thom…
Masa pendudukan Inggris yang singkat di Jawa (1811-1816) di akhir Perang Napoleon merupakan titik penting dalam sejarah modern Indonesia. Untuk pertama kali, Pemerintah Kolonial mempunyai cukup aset militer untuk menaklukkan raja-raja pribumi yang sebelumnya meraih daulat yang signifikan. Kekuasaan Eropa yang mutlak ini pun didukung oleh politik kolonial baru berupa pajak tanah (land-rent), huk…
Buku ini memperlihatkan bagaimana Islam dan kolonial Eropa bersama-sama memodernisasi sistem pemerintahan, politik, hukum, dan pendidikan di Indonesia dan Malaysia pada paruh pertama abad ke-20. Ini menunjukkan bahwa kolonialisasi dapat hidup berdampingan dengan islamisasi; gerakan Islam tidak harus melawan modernisasi secara frontal, dan modernitas Barat tak harus memojokkan Islam. Sebaliknya:…
Sultana Tak Suka Permata SULTAN Iskandar Muda gemar permata. Selain simbol kekuasaan dan kekuatan, permata dipercaya memiliki kesaktian. Permata juga merefleksikan kejayaan dan kekayaan kerajaan. Sultan mempekerjakan lebih dari 300 pandai emas, dan secara pribadi memiliki tiga berlian besar seberat antara 12-20 karat, beberapa batu manikan, dan sebuah zamrud yang diperoleh ketika menaklukkan…