Pemilu tahun 2004, menjadi menarik karena pertama kalinya dimunculkan sistem kuota tigapuluh persen salon legislatif perempuan bagi partai politik yang akan mengikuti pemilu. Gagasan ini menimbulkan pro-kontra. Bahkan, wacana kontra terhadap implementasi gagasan tersebut lebih kuat dibanding wacana yang pro. Karena itu, realita pemilu dan kehadiran politisi perempuan, terkesan dipaksakan. Padah…
Bagaimana para perempuan Indonesia menampilkan jati diri mereka di depan publik? Dan apa yang terjadi di balik pintu; ketika tak sepercik matapun mengintip tingkah laku mereka dan mereka mempunyai kesempatan untuk lebih leluasa?rnrnBuku ini memaparkan perbedaan antara representasi identitas perempuan di publik dan privat; dengan membandingkan otobiografi dan buku harian yang ditulis oleh bebera…