Motivasi terjadinya hubungan Tuan-Hamba sering bertitik berat pada kebutuhan pihak Hamba. Namun; mengenai tautan Tuan-Hamba di bidang politik menunjukkan pihak Tuan-lah yang menjadi pemrakarsa. Pihak Hamba, setelah menikmati prestasi yang diberikan Tuan, beru berkewajiban membalasnya. Dalam tukar-menukar itu pihak Hamba berkedudukan sebagai "lumbung nilai" yaitu tempat pihak Tuan menyimpan kreā¦