Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak
Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi
    • Waktu Layanan
    • Tata Tertib
    • Peraturan
  • Berita
  • Kontak

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Laporan akhir kajian aktual: Karakteristik inovasi daerah berbasis potensi wilayah
Penanda Bagikan

Text

Laporan akhir kajian aktual: Karakteristik inovasi daerah berbasis potensi wilayah

Ray Septianis Kartika - Nama Orang; Rahmawati Ahfan - Nama Orang; Hindarto - Nama Orang; Purwadi - Nama Orang;

Era desentralisasi menjadikan daerah memiliki kewenangan untuk menentukan arah pembangunannya. Lepasnya belenggu sentralisasi diharapkan dapat memacu kreatifitas daerah, meningkatnya daya inovasi, mengasah kepekaan terhadap permasalahan lokal, meningkatnya transparansi dan demokratisasi, serta sederet harapan mulia lainnya yang menunjang kemandirian daerah. Disini menunjukkan era otonomi daerah menjadikan setiap daerah mempunyai ruang yang cukup untuk mendesain kebijakan dan program yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat (citizen's need) dan bermuara pada kemajuan daerah, salah satunya melalui inovasi daerah. Inovasi daerah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan daya saing daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah, terwujudnya layanan bagi masyarakat daerah yang semakin baik, terwujudnya good governance, penguatan kelembagaan pemerintah daerah dan terciptanya kearifan lokal. Pelaksanaan inovasi daerah menuntut adanya karakteristik sesuai dengan potensi wilayahnya. Potensi wilayah merupakan suatu sumber daya yang dapat dimanfaatkan bagi suatu wilayah tersebut baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Dengan bermodalkan sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada, karakteristik inovasi menjadi mudah untuk diperhitungkan dalam mengukur perencanaan pembangunan. Kebijakan pemerintah yang berbasis kearifan lokal dipastikan pula memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan masyarakat setempat. Kreasi dan inovasi dari pemerintah daerah itu tidak harus selalu berbau teknologi, yang belum tentu berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Beberapa Karakteristik inovasi daerah di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta adalah : (1) Kota Bandung memiliki inovasi yang unggul terutama dalam penyediaan lahan hijau bagi taman yang berada di Kota Bandung, pembentukan satpol PP cantik, PIPPK. Inovasi yang belum mencapai aspek keunggulan seperti pada bidang industri produk yang ada kurang memberikan ciri khas tertentu dan pelaku masih cenderung berskala kecil serta memiliki dampak ekonomis yang masih kurang. Khusus di Kabupaten Sleman, keunggulan inovasinya memiliki ciri khas, seperti salak pondoh, desa wisata; (2) Kota Bandung dalam bidang industri belum mencerminkan kearifan lokal sedangkan Kabupaten Sleman telah mengkonsepkan unsur kearifan lokal dalam inovasinya, seperti desa wisata yang memiliki konsep participatory based; (3) Kota Bandung dan Kabupaten Sleman melakukan uji coba inovasi kepada masyarakat sebagai bahan evaluasi pengembangan inovasi. Dalam bidang pariwisata, terlebih dahulu dilihat penentuan lokasi dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan serta memperhitungkan dampak yang akan timbul apabila pariwisata tersebut berkembang. Seperti penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan teknologi ke dalam inovasi, dampak terhadap lingkungan, dan sebagainya; (4) Kota Bandung dalam bidang industri maupun bidang inovasi lainnya masih mudah ditiru dalam hal desain, kualitas. Pada Kabupaten Sleman, khususnya pada pembibitan salak, mengalami krisis ketersediaan bahan baku, pemenuhan kebutuhan bibit didapat dari desa tetangga. Faktor yang mempengaruhi pembentukan karakteristik inovasi di kedua sampel1. Kota Bandung Provinsi Jawa Barat dipengaruhi (1) adanya kebijakan pemerintah dan masyarakat dalam mengusulkan ide inovasi, (2) pemetaan tematik kewilayahan yang di dalamnya mencakup identifikasi jenis dan persebaran potensi ekonomi unggulan wilayah (3) adanya kerjasama dengan pengembangan sentra OVOP di Kota Bandung, (4) Adanya pembangunan kapasitas lokal (sumber daya alam, manusia, kelembagaan), 2. Kabupaten Sleman Provinsi DI.Yogyakarta dipengaruhi (1) potensi alam yang sangat besar, (2) kuatnya pelibatnya pemerintah dalam memberikan pelatihan budidaya salak, (3) adanya SOP budidaya salak, (4) replikasi inovasi, (5) HAKI budidaya salak.


Ketersediaan
#
Badan Penelitian Pengembangan Kemdagri R 608.7598 RAY l
BPP00010758
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
R 608.7598 RAY l
Penerbit
Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri., 2016
Deskripsi Fisik
xiii + 54 hlm; 20,5 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
608.7598
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
-
Subjek
Inovasi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Ray Septianis Kartika
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Jl. Kramat Raya No.132, RW.9, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Indonesia

Phone: (021) 3101953, 3101955, 3901071, 3901072
Email: badanlitbang@kemendagri.go.id

Related Link

  • Perpustakaan Kemendagri
  • Perpustakaan Nasional
  • Perpustakaan DPR
  • Perpustakaan UNJ
  • LIPI
© Template by Jakarta SLiMS Community 2022.
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik