Buku Otonomi daerah di Indonesia masa reformasi: antara ilusi dan fakta mencoba mengulas perjalanan desentralisasi di Indonesia setelah tumbangnya rejim orde baru. Buku ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh IPCOS bersama mitra kerjanya di lima provinsi.
Salah satu penyebab terbesar kegagalan Indonesia dalam mempertahankan pembangunan adalah pengelolaan pemerintahan yanng sentralistik. Tatkala organisasi-organisasi raksasa di seluruh dunia, baik itu organisasi pemerintahan maupun bisnis, mulai memasuki era desentralisasi, Republik Indonesia di Era Orde Baru masih asyik dengan pola sentralisasinya.
Masalah ketidakadilan pemerintah dalam pengelolaan pemerintahan daerah hingga saat ini tetap menjadi persoalan yang memicu disintegrasi bangsa, masalah utamanya adalah pemerintah pusat masih terus bermental priyayi, mau dipertuan terus, tetap tidak ingin membangun persepsi bahwa pemerintah daerah adalah mitra kerja yang terikat bukan karena paksaan dan syarat-syarat abnormal, kewibawaan yang di…
Otonomi: potensi masa depan Republik Indonesia menyajikan data tentang potensi ekonomi daerah di seluruh Indonesia, yang meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, industri, dan pariwisata.
Buku ini adalah merupakan himpunan dari kulliah-kulliah dan bahan-bahan yang penulis gunakan dalam pembahasan terhadap beberapa makalah yang disajikan dalam forum Seminar 2 hari tentang Otonomi Daerah tersebut.
Buku ini dimaksudkan sebagai referensi utama untuk kalangan birokrat dan aparat daerah, mahasiswa dan semua pihak yang berminat mengkaji persoalan otonomi daerah.
Di daerah kita terdapat dua jenis pemerintahan, yakni pemerintahan daerah yang berwenang mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, sebagai pelaksana dari azas desentralisasi teritorial, dan pemerintah wilayah yang merupakan wilayah administratip atau wilayah kerja perangkat pemerintah yang menyelenggarakan pelaksanaan tugas pemerintahan umum di wilayah, sebagai pelaksanaan azas dekonsetrasi
Buku ini lebih terasa pemetaan teoritisnya sehingga memberikan gambaran ringkas tentang body of knowledge dari teori desentralisasi dan pemerintahan daerah. Berbagai isu penting tentang desentralisasi dan pemerintahan daerah menjadi perhatian utama buku ini.
Indra dalam buku ini mengatakan bahwa: "Di masa lalu, satu masalah besar dalam upaya meningkatkan akses ,masyarakat lokal terhadap distribusi informasi adalah kecenderungan penyeragaman informasi oleh pihak yang berwenang.
Buku ini menjadi sangat berguna ditengah perdebatan tentang otonomi daerah dan perubahan bentuk pemerintah itu. Di dalamnya ia menawarkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kedua tema tersebut